memasarkan buku
Resume Ke-21
MEMASARKAN BUKU
Narasumber: Agus Subandana, M.M.
Malam ini kita akan membongkar cara memasarkan buku yang paling mudah sehingga dapat royalti dan sampai bisa beli mobil baru (kata Om jay). Dengan Narasumber yang sangat expert dalam bidang pemasaran, dengan Loads of Experience, yaitu Bapak Agus Subandana,M.M kita akan disuguhi sebuah pembelajaran dengan tema Memasarkan Buku.
Narsum menyampaikan bahwa buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak – anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam buku. Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini.
Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku disertai dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku. Namun dampak dari pandemi covid 19 terhadap penjualan buku sangat dirasakan oleh pelaku usaha bidang Penerbitan Buku. Maka dari itu dibutuhkan stategi pemasaran agar penerbit buku tetap hidup dan dapat mencapai hasil penjualan buku yang maksimal.
Strategi pemasaran buku telah dipetakan menjadi dua. Pertama, strategi pemasaran buku serangan udara (On Line) dan strategi pemasaran buku melalui serangan darat (Of line). Untuk penjualan buku lewat online kita harus terus proaktif untuk terus promosi, supaya kita dapat :
- Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial
- Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada sehingga kesetiaan konsumen terjaga.
- Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu
- Menaikan penjualan dan profit
- Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing
- Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan
- Mengubah tingkah laku ( yang kurang minat beli, menjadikan tertarik beli ), persepsi dan pendapat konsumen.
Dapat pula memasarkan buku lewat komunitas, tentu kita memanfaatkan komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi, maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku. Penjualan lewat komunitas akan lebih efektif dan efisien sehingga tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Kuncinya kita harus proaktif serta dapat menjaga integritas pribadi kita.
Kedua, strategi pemasaran buku serangan darat (Of Line). Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku, kita harus melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Misalnya Penerbit Andi telah mempunyai 90 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.
Strategi pemasaran buku serangan darat (Of Line) ini dapat dikelompokkan berdasarkan target pasar yang kita tuju, antara lain :
1. Distribusi melalui toko buku. Perlu pemetaan jenis toko buku. Ada tiga jenis toko buku; toko buku modern, toko buku semi modern dan toko buku tradisional. Pemetaan jenis toko buku ini sangat diperlukan karena tiap jenis toko buku mempunyai sistem administrasi dan tempat yang berbeda contohnya toko buku modern Gramedia mempunyai sistem administrasi yang mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem sentralisasi dsb.
Adapun toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dengan sistem penjualan per-toko. Toko buku tradisional biasanya sistem transaksinya masih manual dan laporan penjualannya juga masih manual belum tersistem dengan baik dan ini perlu suatu ketelitian dan kejelian kita untuk bisa meneliti dan merekap hasil penjualan tersebut.
Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara antara lain :
- Menguasai display buku, supaya tampilan buku dapat terlihat dan menonjol.
- Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner
- Mengadakan Bedah Buku, Talkshow dan potongan harga pada buku tertentu atau periode tertentu.
- Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (Program Ramadhan, Program TAB, Program TAM dll.)
- Dan masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan, kuncinya kita proaktif komunikasi dengan pihak internal Toko Buku modern tersebut.
2. Distribusi dengan Directselling
Pemasaran Buku melalui Direct selling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan. Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar :
- Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).
- Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah
- Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum
Dengan memetakan jenis katagori tersebut maka Industri Penerbitan buku harus melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales). Tugas Tenaga Penjual/sales tersebut adalah bertanggungjawab terhadap target (sesuai maping areanya masing – masing) seperti:
- Kunjungan langsung ke tiap sekolah untuk temui kepala Sekolah, bagian kurikulum, Biro umum dll.
- Kunjungan langsung ke setiap Kampus / Perguruan Tinggi untuk menemui Dosen, tiap Kaprodi, tiap Dekan, ke LPPM dan sampai ke para Rektor.
- Kunjungan langsung ke setiap Perpustakaan sekolah, Perpus Kampus, Perpustaan Daerah dll. Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak Internal Sekolah, Kampus, Perpustakaan dll. Sehingga dampaknya hasil penjualan buku dapat meningkatkan penjualan.
Komentar
Posting Komentar