Komitmen Menulis di Blog
Pertemuan kedelapan
Komitmen Menulis di Blog
Narasumber : Drs. Dedi Dwitagama, M.Si.
Hari ini pembelajaran disampaikan oleh Narasumber yang sudah malang melintang di dunia blog dan sudah menikmati hasil dari kebiasaan nge-blog, yaitu Drs. Dedi Dwitagama, M.Si. Bapak Narsum ini menerangkan materi melalui pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan peserta. Dari semua penanya hampir semuanya dijawab dengan menggunakan voice note.
Blog pertama di kenal di AS tahun 1994. Blog itu seperti jurnal atau catatan harian seseorang yg diuplod ke internet dan bisa dibaca orang se-dunia. Blog itu serupa dengan majalah pribadi yang isinya cerita kita sendiri. Oleh karena itu isilah dengan apapun yang kita mau. Bisa tulisan, bisa cerita, bisa juga foto-foto atau video, apapun yang kita mau. Bagi Narsum menayangkan foto dan video diri ke blog merupakan branding. Sedang membrendingkan diri dan secara tidak langsung sedang mempromosikan lembaga yg mengundang Narsum.
Untuk itu blog harus menarik namun tidak perlu menjadi khawatir. Blog itu seperti interaksi sesama manusia di dunia nyata. Orang yang menarik adalah orang-orang yang punya kepribadian khusus dan bisa memberi manfaat bagi orang lain siapapun yang mengenalnya. Blog seseorang dikunjungi jika blog menarik dan mengandung sesuatu yang dibutuhkan orang lain sehingga mereka akan datang, datang dan datang. Seperti di dunia nyata. Ada seorang yang tidak terlalu menarik tapi punya inner beauty, punya passion, punya spirit yang menyenangkan, dia punya banyak sahabat. Demikian juga blog. Andaikan kita susah mencari topik spesifik atau sesuatu yang menarik yang bisa kita angkat, tulis saja semua yang kita mau tulis, kalau dengan ketulusan nanti akan ketemu dengan orang yang satu visi. Dia akan menjadi sahabat dan rajin berkunjung ke blog kita. Narsum sendiri memiliki sikap tidak peduli apakah pembaca tertarik pada tulisannya atau tidak. Pokoknya Narsum mendokumentasikan apa yg beliau mau.
Jika kita terus menulis lama kelamaan karya tulis kita itu akan berkualitas. Sebuah kualitas karya tulis itu adalah sesuatu yang subjektif. Jika kita pernah menang di lomba karya tulis atau kita sering ikut kejuaraan karya tulis akhirnya kita akan tahu selera juri yang menilai kita dan kita akan bisa meramalkan karya tulis macam mana yang akan menang. Itu semua akan bergantung siapa yang menilai. Jadi kalau kita mau menulis dengan baik buat saja tulisan yang kita bisa, tapi jangan kopi paste. Soal apakan tulisan itu diminati orang, dibaca orang dan menjadi viral atau tulisan itu tidak ada yang meminati santai saja. Seberapa receh pun tulisan yg kita buat jika ditulis dengan hati pasti akan ada pengunjungnya. Soal itu berkualitas atau tidak nanti lewat perjalanan waktu akan menjadi berkualitas dan makin banyak pengunjungnya.
Bagaimana kaitannya dengan bakat dalam penulisan? Narsum menyampaikan bahwa bakat bukanlah faktor utama. Contohnya dalam cabang olah raga. Walaupun kita tinggal di pantai, laut di depan rumah kita tapi jika kita tidak pernah berlatih berenang secara sistematis dan mempraktekkan berenang di kolam renang jangan pernah berharap kita jadi juara renang untuk tingkat kelurahan sekalipun. Tetapi kalau pun kita tinggal di gunung namun rajin latihan di kolam renang dan rajin mengikuti kompetisi kita bisa menang. Jadi sama dengan menulis bukan perkara dewi fortuna tetapi menulis adalah sebuah proses meninggalkan jejak dalam hidup. Ada peribahasa gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Coba praktikkan, cari salah satu nama orang yang kita kagumi di google. Mungkin ketika dicari mungkin nama itu akan banyak muncul karena orang itu banyak menulis. Jadi menulis itu tergantung niat. Menulis di era sekarang tidak perlu terlalu panjang. Narsum sendiri menulis tanpa tulisan tapi dengan foto.
Untuk itu bangunlah komitmen menulis. Bangunlah komitmen untuk tetap istiqomah menulis di blog. Caranya sederhana, terus menulis dan terus isi blog kita kapanpun di saat kita bisa. Posting saja terus, tidak usah memikirkan kualitas tulisan kita. Kualitas akan otomatis terbentuk sesuai prjalanan waktu. Apabila kita punya ide, tuliskan. Narsum kadang menulis satu kalimat kunci di drag blog. Ketika ada waktu, kalimat itu diperpanjang dan setelah jadi, kemudian diposting.
Banyak orang terkendala waktu saat harus menulis di blog. Narsum menyampaikan bahwa waktu itu kita yang kelola. 24 jam itu bisa cukup. Persoalannya mau atau tidak. Narsum menyampaikan pengalamannya memanfaatkan waktu. Ketika menunggu istri dan anak atau ketika menjemput mereka. Diparkiran sambil mendengarkan musik Narsum menulis. Mendengarkan musik di bawah pohon rindang Narsum menulis dan melahirkan lima postingan. Kalau antar istri belanja Narsum ijin tidak turun dari mobil di situ Narsum buat podcas. Hasil postingan kita, bisa membawa kita keliling dunia. Inilah pentingnya kita memiliki blog.
Narsum sendiri mulai ngeblog tahun 2005. Tertarik menulis di blog karena sejak kecil terbiasa membaca majalah yg menjadi langganan keluarga seperti Bobo, Hai, Femina, Kartini, Tempo. Rupanya Narsum punya ketertarikan pada penulisan ketika ada blog seperti menemukan tempat. Tempat yang memiliki kenikmatan tersendiri apalagi ada bonus keliling dunia jadi semakin tertarik dengan penulisan blog.
Super, tulisannya mengalir, renyah Dan gurih
BalasHapusHehehehe terimakasih Pak
HapusTulisan yg yg enak di baca
BalasHapusSubhanallah tulisannya padat dan mudah difahami
BalasHapusLuar biasa bagus rapih n komplit
BalasHapusSemangat. Keren
BalasHapus