menulis autobiografi
Resume Ke-20
MENULIS AUTOBIOGRAFI
Narasumber : Suparno, S.Pd., M.Pd.
Malam ini seorang narasumber yang luar biasa akan mengajari kita belajar Menulis Biografi. Beliau seorang kepala sekolah dari SMPN 2 Karangrejo Magetan. Seorang yang gemar membaca, seorang penulis dan motivator Literasi. Kesukaan Beliau akan menulis dan membaca ini sangat menginspirasi, hingga pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi majalah Pena Mageti. Karya-karya tulis beliau dalam bentuk buku sudah sangat banyak.
Beliau mengawali pembelajaran dengan menjelaskan makna autobiografi. Menurut beliau autobiografi atau otobiografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh dirinya sendiri. Dalam bahasa Inggris, istilah autobiography pertama kali digunakan oleh penyair Robert Southey pada 1809. Namun, bentuk otobiografi sendiri sudah ada sejak zaman kuno. Kalau riwayat hidup itu ditulis oleh orang lain namanya biografi.
Kita tidak tahu berapa umur seseorang, kita tidak tahu kapan ajal datang, maka menulislah buku biografi agar anak cucu kita tahu sejarah perjalanan kehidupan kita. Dari sejarah perjalanan kehidupan kits, anak cucu kita bisa belajar betapa untuk mencapai kesuksesan itu butuh perjuangan yang luar biasa. Suatu saat pasti ada diantara anak cucu kita yang cinta pada ilmu pengetahuan dan ingin tahu sejarah perjalanan kehidupan nenek moyangnya. Di saat itu buku biografi sangatlah berharga.
KH Usairon mengatakan cerita orang orang sholih itu meningkatkan iman. Oleh karena itu kesuksesan yang kita raih apabila tidak ditulis dalam biografi bisa menginspirasi orang lain. Menginspirasi keluarga dan keturunan kita. Itu manfaat menulis buku biografi
Manfaat yang lain dengan menulis buku biografi jika anda seorang ASN dengan menulis biografi yang bertemakan pendidikan bisa menambah angka kredit kita. Berkat menulis buku biografi Narsum sebagai ASN yang erusia 55 tahun dapat mencapai pangkat pembina utama muda atau golongan 4C. Jika kita calon kepala sekolah di masa penilaian kita tidak usah bercerita banyak cukup menyerahkan biografi kita.
Sebelum menulis biografi diri kita bisa membaca biografi orang-orang ternama. Narsum pernah membaca biografi Jenderal Sudirman seorang Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR), kini Tentara Nasional Indonesia (TNI) pertama kelahiran Purbalingga, 24 Januari 1916. Mambaca biografi orang ternama jangan hanya satu buku tetapi minimal 3 buku sehingga kita bisa memiliki pembanding yang baik. Sehingga kita tidak berkecil hati untuk menuliskan perjalanan hidup kita.
Jangan hanya orang-orang ternama, tetapi juga membaca buku biografi orang-orang yang selevel dengan kita. Langkahnya bagaimana? Mulailah dengan membuat outline. Atau kerangka tulisan. Misalnya dimulai dari melahiran, masa sekolah TK, SD,SMP,SMA, kuliah, bekerja, menikah, punya anak, pergi jauh, ke luar kota, luar negeri dll, masalah-masalah yang pernah dihadapi, kenangan pahit, kenangan indah dsb.
Langkah selanjutnya adalah menyiapkan data data pendukung, misalnya foto, buku diary dsb
kemudian membuat jadwal menulis. Taatilah jadwal yang telah kita buat. Setelah itu kita bisa mulai menulis per outline atau per judul. Tulislah mengalir saja jangan diedit dulu walaupun ada kesalahan biarkan saja, terus menulis sampai selesai. Tulislah dengan pikiran dan perasaan, dengan akal budi dari hasil merenung yang dalam maka pikiran kita akan terbimbing oleh ilham yang mengarahkan.
Ketika kita menulis kadang muncul ilham atau ingatan sesuatu yang pantas ditulis. Tuliskan saja judulnya, dibuku yang berbeda. Kemudiaan segera kembali fokus ke outline. Setelah semua judul sudah terbahas kemudian sisipkan judul yang terjeda tadi sesuai dengan urutan sejarah perjalanan kehidupan kita.
Agar tampilan buku tampak menarik dan menginspirasi, jika dalam suatu judul ada frase, atau kata-kata mutiara yang menginspirasi bisa dituliskan di atas, sebelum uraian tulisan. Kemudian lakukan editing mulai awal hingga akhir. Setelah buku autibiografi selesai ditulis mintalah orang lain yang kita percaya untuk menjadi editor yang berkaitan dengan ejaan, tata bahasa dan lain-lain.
Buku autobiografi saya berjudul Perjuangan Hidupku. Buku ini berisi motivasi agar anak muda itu semangat kerja, semangat belajar, dan semangat berdoa. Kemudian buatlah cover buku yang baik, mintakan kata pengantar pada tokoh tokoh terkenal semoga membawa keberkahan. Langkah terakhir kirimkan pada penerbit yang kita percaya.
Catatan penting lainnya dari pengajaran hari ini:
Siapapun boleh menulis buku otobiografi. Tak ada penduduk planet ini yang mau menulis buku otobiografi jika berpikir bahwa hanya orang “hebat” yang boleh menulis. Kalau kita menulis kisah perjalanan hidup kita, besok hari ketika sudah tiada ada suatu warisan ilmu untuk anak cucu kita. Kita bisa menulis yang sederhana, misalnya tentang kerja keras, tentang rajin dan tekun belajar, tentang kesederhanaan itu sendiri dan lain lain yang mengandung hikmah yang bisa dipetik. Tulisan kita jangan hiperbola. Tulislah kisah hidup yang sesuai dengan kenyataan.
Dalam Buku otobiografi boleh dituliskan apa saja asal tentang diri kita sendiri dan tidak mengandung sara, menghina oranglain dsb. Tuliskan yang baik yang membuat orang terinspirasi atas kebaikan itu.
Jika kita menulis dari hati maka akan sampai dihati pembaca juga, kalau menulisnya sambil berbasah air mata, mungkin pembaca nanti juga akan hanyut emosinya hingga jatuh air mata membasahi pipinya.
Langkah yang harus ditempuh oleh kita sekarang, mulailah menulis, sabar, telaten, konsisten, tidak usah keburu buru insyaallah jadi.
Tulisan otobiografi bisa dijadikan syarat untuk kenaikan pangkat ASN asal tulisannya tentang pendidikan.
Ketentuan minimal 45 halaman, tapi kalau dipajang diperpustakaan itu belum menarik. Jadi menurut Narsum buku itu pantasnya 110 halaman keatas, atau sekitar 200 halaman.
Komentar
Posting Komentar