menulis buku terbaik perpusnas
Resume ke-14
MENULIS BUKU TERBAIK PERPUSNAS
Narasumber : Mudafilatun Isriyah
Pada pertemuan ke-14 ini narasumber yang hadir adalah Dr (c) Mudafiatun Isriyah, M.Pd. yang merupakan dosen yang mengajar di FIP prodi BK Unipar Jember, asli Lumajang. Beliau merupakan alumni BM 4, peraih penulis buku terbaik perpusnas, yang bukunya berkolaborasi dengan Prof. Ekoji dalam tantangan menulis buku satu minggu. Bukunya lolos seleksi penerbit mayor dan mendulang kesuksesan. Karir menulis Beliau bisa dibilang diawali dari belajar menulis di Om Jay sehingga Beliau mengikuti langkah Om Jay sebagai blogger nasional dan guru menulis.
Menulis menurut Narsum adalah keterampilan menuangkan ide dan gagasan secara tertulis. Menulis kreatif dapat didefinisikan sebagai proses menulis yang bertumpu pada pengembagan daya cipta dan ekspresi pribadi dalam bentuk tulisan yang baik dan menarik. Menulis biasa dilakukan pada media berbentuk kertas dengan menggunakan alat-alat seperti pena atau pensil. Pada awal sejarahnya, menulis dilakukan dengan menggunakan gambar, contohnya tulisan hieroglif pada zaman Mesir Kuno.
Tulisan dengan aksara muncul sekitar 5.000 tahun lalu. Banyak orang dari Sumeria (Irak) menciptakan tanda-tanda pada tanah liat. Tanda-tanda tersebut mewakili bunyi, berbeda dengan huruf-huruf hieroglif yang mewakili kata-kata atau benda. Kegiatan menulis berkembang pesat sejak diciptakannya teknik percetakan, yang menyebabkan orang makin giat menulis karena karya tulis mereka mudah diterbitkan.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan media, kegiatan menulis juga ikut berkembang pesat di dunia. Melalui media elektronik, setiap orang dapat memperoleh bahan penulisan dari internet. Hal ini membuat penulis menjadi lebih efisien dalam memanfaatkan waktu, biaya, dan tenaga untuk menulis. Saat ini penulis juga bisa berbagi semua tulisannya di manapun ia berada dengan menggunakan teknologi berbasis internet. Begitu juga dengan para pembaca, akan lebih mudah untuk melihat tulisan-tulisan penulis yang digemarinya.
Kegiatan menulis yang menghasilkan tulisan mempunyai empat unsur yaitu gagasan, tuturan, tatanan, dan wahana. Gagasan merupakan topik yang dimiliki oleh sebuah tulisan. Sebuah topik berkaitan dengan pengalaman masa lalu atau pengetahuan yang dimiliki oleh penulis. Topik disajikan dalam kegiatan menulis dalam bentuk pendapat, pengalaman atau pengetahuan.
Tuturan merupakan gagasan yang dapat dimengerti oleh pembaca tulisan. Jenis tuturan umumnya terbagi menjadi deskripsi, persuasi, narasi, argumentasi dan eksposisi.
Tatanan merupakan kaidah yang harus dipenuhi ketika gagasan diungkapkan selama kegiatan menulis. Penulis harus menulis sesuai dengan tatanan yang berlaku dalam suatu tulisan. Sementara itu, wahana merupakan alat pendukung dalam menyampaikan gagasan dalam menulis.
Wahana dapat berbentuk gramatika, kosakata dan retorika. Banyaknya wahana yang digunakan selama kegiatan menulis bergantung kepada tingkat penguasaan makna dan jumlah kata yang diketahui oleh penulis.
Nah, sekarang TUJUAN menulis. Menulis secara umum memiliki tujuan untuk memberikan arahan, menjelaskan, menceritakan, meringkas dan meyakinkan pembaca melalui isi tulisan. Pembaca dapat memperoleh arahan mengenai sesuatu melalui tulisan dalam bentuk pedoman, petunjuk atau informasi. Menulis dengan tujuan menjelaskan makna bahwa tulisan memberikan suatu informasi yang perlu diketahui oleh pembaca. Menulis juga dimaksudkan untuk menceritakan suatu kejadian yang pernah terjadi dalam bentuk informasi. Sementara itu, menulis untuk meringkas berarti bahwa menulis dapat dilakukan untuk mempersingkat isi tulisan yang telah ada menjadi lebih ringkas tanpa menghilangkan gagasan yang ada di dalamnya. Sedangkan menulis untuk meyakinkan pembaca berarti tulisan dibuat untuk membuat pembaca menyetujui atau sependapat dengan gagasan yang tertulis
Selain kita punya Tujuan yang perlu kita tahu adalah menulis ada TINGKATAN. Penulis memiliki kemampuan menulis yang berbeda-beda. Perbedaan ini umumnya dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan dari penulis atau kemampuan dan kebutuhan dari pembaca tulisan.
Berdasarkan tingkat keseriusannya, menulis dibedakan menjadi menulis serius dan menulis santai. Kegiatan menulis serius merupakan kegiatan menulis yang memerlukan tingkat kecermatan yang tinggi disertai dengan tingkat konsentrasi yang tinggi. Salah satu contohnya adalah menulis karangan. Sebaliknya, kegiatan menulis santai merupakan kegiatan menulis yang hanya membuat tulisan sekadarnya saja dan tidak diperlukan konsentrasi yang tinggi. Contohnya adalah menulis pesan singkat.
Kita kenal juga faktor penghambat dalam menulis. Kegiatan menulis umumnya terhambat akibat adanya keraguan penulis terhadap tulisan yang ditulisnya. Bentuk keraguan menulis ini terbagi menjadi kecemasan terhadap tulisan yang dihasilkan, kehabisan gagasan dan ketakutan akibat persaingan ide dengan penulis lainnya. Kecemasan terhadap tulisan yang dihasilkan terbagi lagi menjadi kecemasan mengenai kelayakan tulisannya dalam sudut pandang pembaca serta kesesuaiannya dengan selera pembaca. Sementara itu, kehabisan gagasan umumnya terjadi akibat stres kerja yang diakibatkan oleh sedikitnya kegiatan rekreasi yang dilakukan oleh penulis. Penyebab keraguan-keraguan ini umumnya adalah pemikiran-pemikiran yang tidak rasional dan berlebihan.
Beliau merasa yakin bahwa keraguan di hati kita akan sirna karena dari pengalaman Beliau sudah terbukti jika awalnya Beliau tidak bisa menulis, hanya belajar dibimbing Om Jay dkk bersama TIM menulis dengan beberapa narsum yang telah disediakan Beliau mampu menjadi pemenang terbaik 1 kategori Pendidikan Jarak Jauh.
Tentunya selain skill yg harus di latih, narsum juga mengenalkan istilah NOVELTY. Apa itu Noverlty? Novelty adalah unsur kebaruan atau temuan dari sebuah penelitian. Penelitian dikatakan baik jika menemukan unsur temuan baru sehingga memiliki kontribusi baik bagi keilmuan maupun bagi kehidupan. Jadi sederhananya novelty adalah tidah boleh copas tulisan temannya alias proses plagiasi, temuan yang kita milik segera kita luncurkan dalam bentuk tulisan dan segera terbitkan untuk menjadi buku.
Bagaimana tips menaklukan challenge menulis satu minggu? Apa saja strategi yang digunakan? Strategi utama adalah banyak membaca literatur kemudian tengak tengok kanan kiri. Apa yang menjadi FENOMENA saat ini. Jika sudah tahu fenomena, baru kita cari noveltynya dan tujuh hari di bagi menjadi tujuh Bab. buat kerangkanya. Apa yang akan ditulis satu hari satu bab, tukuh hari tujuh bab, tentunya tidak lengkap, hanya kerangka tulisan saja. Intinya banyak cari referensi dan satu hari satu bab.
Yang terdekat adalah bagaimana cara membuat resume yang baik dan tidak copy paste tulisan teman. Tipsnya adalah baca kalimat per paragraf, simpan dalam otak tuangkan dalam tulisan sehingga tulisan kita sudah beda dari tulisan aslinya, tetapi mengandung makna yg sama. Itulah RESUME. Pertanyaannya apakah resume sama dengan copas? jawabanya adalah TIDAK. Sehingga tidak akan terjadi lagi curhatan ke Narsum bahwa tulisan kita dibajak dari awal sampai akhir.
Komentar
Posting Komentar