motivasi menulis

 Resume Ke-26

MOTIVASI MENULIS

Narasumber : Dail Ma-ruf, M.Pd.

Pembelajaran malam ini akan diberikan oleh Pak Fajar. Namun qadarullah, beliau sedang dalam perjalanan sehingga malam ini beliau tidak bisa hadir di tengah-tengah kita. Dan Alhamdulillah... Ada Bapak motivator kita yang siap untuk menyemangati kita untuk menghasilkan karya. Beliau adalah Bapak Dail Ma'ruf.

Bersama moderator Ibu Raliyanti Bapak Daif Ma’ruf yang merupakan Alumni Kelas Belajar Menulis Gelombang ke-20 dan beliau adalah ketua kelasnya yang naik kelas dengan cepat, secepat F1, dari peserta sekarang sudah bermahkota sebagai penulis, kemudian menjadi moderator dan lanjut menjadi narasumber. Malam ini beliau akan menyampaikan materi tentang "Motivasi Menulis."

Pertanyaan pertama dari Bapak Narasumber adalah “Apa motivasi Bapak Ibu mengikuti pelatihan menulis ini? Beliau berharap jangan sampai hanya iseng iseng. Upayakan niatnya yang keren misalnya ingin belajar jadi penulis dan kalau sudah pinter  nulis mau bikin banyak buku yang bermanfaat bagi murid dan orang lain. Jika kita tidak memiliki tujuan maka kita akan galau seperti ABG yang nongkrong di cafe seharian. Tidak menghasilkan apa apa hanya ngobrol dan katawa ketiwi. Maka sekaranglah saatnya berbenah mumpung masih ada empat materi. Lihat resume yang sudah dibuat, ada berapa, jika belum 20 maka lengkapi karena memang syarat yang pertama adalah membuat minimal 20 resume materi BM. Jika sudah lebih ya Alhamdulillah. Pengalaman narasumber membuat lengkap 30 rerume tapi saat akan dibikin buku perasaannya menjadi galau. Beruntung ada Bu Aam yang membimbing, dan akhirnya jadi. 

Menurut narasumber ada 3 hal dalam motivasi yaitu intensitas, arah dan ketekunan. Pertama, intenslah dalam menulis. Luangkan waktu bukan nunggu waktu luang. Kedua, arah atau tujuan harus jelas.  Ingin mahir nulis, maka ikuti Fatwa Guru besar BLOGER Indonesia Om Jay, MENULISLAH SETIAP HARI, LALU LIHAT APA YANG TERJADI. Sebagai langkah awal, mulailah menulis. Mulai saat ini, bukan nanti. Buat dead line. Jika akan ada 5 bab isi buku kita maka luangkan waktu 1 bab 2 hari, jadi 1 buku 10 hari.  Buat saja naskahnya. Jangan jadi editor bagi tulisan sendiri, kacau nanti. Maka fokus tuntaskan naskah, jika beres serahkan ke editor. nanti juga rapih dan enak dibaca. itu pengalaman saya.

Langkah kedua Fokus ketujuan menerbitkan Buku Solo  maka sesibuk apapun, secapek apapun, tetap kudu luangkan waktu untuk lanjutkan kerjaan/ PROYEK BESAR BUKU SOLO. Jika kita fokus ke garis finish maka halangan dan rintangan tak ada diperdulikan. Takbiiir ... Ketiga, lihat dan pakailah kacamata kuda biar tak lihat kanan kiri apalagi ikutan rumpi. Stop dulu. Dari tiga motivasi tersebut, kita ada dimana? Mengenali motivasi diri itu sangatlah perlu.

Menulis itu bertujuan untuk menginformasikan segala sesuatu, membujuk, mendidik dan menghibur. Menurut Syafie’ie (1988: 51-52) tujuan menulis adalah untuk mengubah keyakinan pembaca, menanamkan pemahaman sesustu terhadap pembaca, merangsang atau menghibur pembaca, memberitahu pembaca dan memotivasi pembaca. Sementara menurut Hugo Harting (dalam Tarigan, 1994: 24-25) tujuan menulis adalah assigment purpuse (tujuan penugasan), altruistic purpose (tujuan altruistik), persuasive purpose (tujuan persuasi), informational purpose (tujuan penerangan), self expressive purpose (tujuan petnyataan diri), creative purpose (tujuan kreatif) dan problem solving purpose (tujuan pemecahan masalah).

Ada lima kekayaan yang dihasilkan oleh seorang penulis yaitu kekayaan pahala, kekayaaan uang, kekayaan sahabat, kekayaan pengetahuan dan kekayaan nama. Begitu juga dengan manfaat, ternyata ada manfaat dari apa yang ditulis, antara lain :

1.    Secara material. Secara material penulis memperoleh honorarium dan merupakan sebagai profesi sambilan untuk memperolah penghasilan.

2.   Secara non-material. Dengan menulis mendapatkan kepuasan batin karena bisa mengekspresikan diri, melontarkan gagasan-gagasan serta ide-ide, mengkritisi kinerja pemerintah dan dapat mencerdaskan bangsa bahkan mendapat pahala dari Allah.

3.    Popularitas. Selain dari material dan non-material penulis dapat terkenal namanya. Bisa terkenal secara internasional.

Godaan menulis itu terbanyak. Terutama datang dari diri sendiri. Lantas bagaimana cara memotivasi diri sendiri agar terus semangat untuk menulis? Sewaktu Rasulullah Muhammad saw pulang dari perang Badar beliau bilang “Baru saja kita selesaikan perang kecil dan kita akan masuk perang besar” Para sahabat heran, padahal badar itu paling besar, lalu bertanya  “Apa perang yang lebih besar dari perang badar Ya Rasulullah?” “Melawan rasa MALAS, cape, lelah, sibuk, dan seterusnya.” Maka cara memotivasinya bisa menggunakan rumus Prof Ekoji. Bayangkan bahwa usia kita terakhir hari ini. Apa yang akan kita tinggalkan, kalau buku pun kita belum TERBITKAN !! MAKA KITA AKAN KUAT BERJAM JAM, KAWATIR BESOK SUDAH MASUK KUBUR.

 

Komentar

Postingan Populer